Perlunya penyelidikan pribadi

 

“Allah memiliki terang yang berharga yang akan datang kepada umat-Nya ….. Apabila terang baru dibawakan kepada sidang, adalah berbahaya jika anda menutup dirimu daripadanya ….. Mempersalahkan sesuatu yang belum anda dengar dan belum pernah anda mengerti tidak akan meninggikan kepintaranmu di hadapan mata orang-orang yang jujur dalam usaha penyelidikan kebenaran mereka. Dan menghina orang-orang yang diutus Allah dengan sebuah pekabaran kebenaran, adalah bodoh dan gila. .......... Karena Allah akan memuliakan Firman-Nya sehingga ia itu akan tampak dalam sebuah terang dimana kita belum pernah melihatnya sebelumnya. ....... Terang akan datang kepada setiap pencari kebenaran yang sungguh-sungguh, sama seperti ia itu datang dahulu kepada Nathanael ....... Harus ada diberikan kebebasan bagi suatu penyelidikan kebenaran yang jujur, agar masing-masing orang dapat mengetahui bagi dirinya sendiri apa arti kebenaran itu. .......

“Terang yang berharga akan memancar keluar dari Firman Allah, maka janganlah seorang pun mengira dirinya dapat mendikte apa yang harus atau apa yang tidak boleh dibawakan ke hadapan umat dalam pekabaran-pekabaran penerangan yang akan Ia kirimkan, sehingga dengan demikian memadamkan Roh Allah. Apa pun juga jabatan kekuasaannya, tidak seorang pun berhak untuk menghalangi terang daripada orang banyak. Apabila sebuah pekabaran datang dalam nama Tuhan kepada umat-Nya, tidak seorang pun dapat dimaafkan dirinya untuk tidak menyelidiki semua tuntutan dari pekabaran itu. Tidak seorang pun boleh berdiri jauh di belakang dalam sikap acuh tak acuh dan percaya diri sendiri, sambil mengatakan: ‘Saya tahu apa artinya kebenaran. Saya sudah puas dengan pendirian saya. Saya sudah berketetapan hati, maka saya tidak mau beralih daripada pendirian saya, apa pun juga yang terjadi. Saya tidak mau mendengar kepada pekabaran utusan ini, karena saya tahu bahwa ia itu tidak mungkin benar.’ Adalah karena mengikuti jalan yang sedemikian ini, maka gereja-gereja yang terkenal telah tertinggal dalam sebagian kegelapan, dan itulah sebabnya pekabaran-pekabaran sorga tidak berhasil mencapai mereka.” Testimonies on Sabbath School Work, pp. 60 - 65.

Dalam tahun 1933, hampir tiga tahun sesudah naskah buku Tongkat Gembala Jilid 1 diserahkan dalam tangan saudara-saudara anggota General Conference, dan sesudah masalah itu sampai kepada suatu titik dimana mereka tidak dapat lagi terus maju tanpa memberikan kepada para anggota sidang sesuatu bentuk jawaban sebagai sikap sebagai sikap resmi General Conference terhadap ajaran-ajaran dari Tongkat itu (dan mengenai mengapa mereka tidak duduk bersama-sama dengan penulisnya sebagai saudara-bersaudara lalu memberi kesempatan kepadanya untuk suatu dengar pendapat yang jujur), maka para pejabat dari Fullerton, California, sidang Tabernakel telah menjadi alat untuk mendesak Pacific Union Conference supaya memberi kesempatan kepadanya untuk dengar pendapat yang sudah lama mereka tolak. Berikut ini adalah kata-kata dari pernyataan